Ini adalah hari terakhir ospek, atau mungkin tidak? pengambilan bendera yang dilakukan oleh maba. Menurutku episode kali ini sangat bagus ya karena dikemas dengan alur yang baik dengan pengemasan scene yang pas ; apik sekali!. Dari segi warna, walaupun berada di tempat yang berpotensi over exposure ; episode kali ini tidak mengalami kegagalan warna yang berarti, bahkan bagus tersaji lebih baik dari episode sebelumnya. Life meaning episode kali ini sangat bagus, luas dan kaya makna. Dialog dan maksud episode kali ini juga menurutku mudah difahami dan easy going ; walaupun mengangkat tema yang "agak berat". Momen Prem dan Wad sangat bagus di sini terutama di scene apotik. Selain itu hal yang aku suka adalah Tew di sini punya peran yang penting dan banyak, jujur sih Tew adalah salah satu cwok yang aku suka di series Sotus ini, entah kenapa penampilannya yang sederhana, senyumnya yang manis, matanya yang menyejukan dan sikapnya yang kalem dan easy going itu membuatku suka padanya, Tew! i love you! ; saya tidak sabar menantikan episode selanjutnya. Oh ya beberapa momen memperlihatkan kecemburuan Athit kepada Kongphob dan ini sangat jarang terjadi di episode sebelumnya. haha
Was this review helpful to you?
Entah kenapa, untuk episode kali ini ; menurutku berisi bermacam-macam scene yang memiliki romansa warm-up alias pemanasan untuk cerita sebelum memasuki tahap yang baru. Beberapa scene memperlihatkan bahwa Athit mulai menerima Kongphob, Prem dan Wad juga sudah mulai debut mereka walaupun hanya sedikit saja. Scene M dan May pun tidak ada di episode kali ini. Dari segi alur menurutku bagus ya, dialognya juga mudah difahami, namun menurutku detailnya agak kurang begitu greget untuk episode yg satu ini. Dari segi warna, ada beberapa yang mengalami kegagalan HDR, beberapa exposure juga menurutku terlalu over-exposure. Nuansa Kong dan Athit masih sama, masih seperti suka-suka namun ditampilkan secara tidak langsung, saya menantikan episode 7nya.
Was this review helpful to you?
Episode kali ini berfokus pada penyelesaian kontes yang diikuti oleh angkatan Kongphob dkk. Menurutku pemilihan scenenya bagus, cocok, dan apik ya. Ada beberapa romansa yang terasa walaupun tipis-tipis, senyum Kongphob sangat cerah, selain itu sikap Arthit yang mengekspresikan responnya terhadap pertunjukan singto juga sangat bagus. Dari segi dialog mudah dimengerti ya, dari segi warna juga untuk episode kali ini sudah lebih baik dari episode sebelumnya, di episode kali ini bahkan punya dinamic range yang luas, tidak overexpose dan nyaman di mata. Episode kali ini menurutku cukup menarik dan sangat menghibur. Saya tidak sabar untuk episode selanjutnya.
Was this review helpful to you?
Episode ini mungkin berfokus pada "membuktikan diri" kepada hazer dan kating bahwa angkatan Kongphob mampu dan punya potensi yang sama besarnya sebagai mahasiswa teknik seperti pendahulu-pendahulunya, menurutku ini merupakan scene bagus, terlebih sotus juga menyajikannya dengan cukup apik. Selain itu, M juga memulai debutnya bersama May, satu hal yang agak kurang adalah tentang tew yang scenenya sangat sedikit, secara aku diem-diem juga memperhatikannya. Episode kali ini juga menyoroti tentang Prem dan Wad, ya walaupun tipis-tipis. Hal yang bagus yang menjadi point utama dari episode kali ini adalah, episode kali ini dapat menampilkan scene-scene apik yang tidak membosankan bahkan untuk membahas hal-hal yang berhubungan dengan cerita - maksudku, ini bahkan belum memasuki tahap BL, namun nuansanya sudah terasa tipis-tipis dari scene-scene non-BL contohnya scene perlombaan antar fakultas ini. Ekspresi dan romansa yang diberikan singto dan krist juga sangat terasa bahkan sebelum mereka belum memulai hubungan yang serius. Ada banyak sekali bumbu-bumbu kecemburuan mulai terasa di episode kali ini, ini agak mengganggu aku pribadi ya, namun tidak masalah karena ini tipis-tipis. Dari segi dialog mudah difahami, namun dari segi warna ; menurutku episode kali ini adalah episode pertama yang mengalami degradasi HDR, ada beberapa spot terasa sangat gelap dan beberapa lagi terlihat overexposed, selain itu overall episode kali ini menurutku bagus. tidak sabar menonton episode selanjutnya.
Was this review helpful to you?
Menurutku pribadi, scene yang ada di episode kali ini isinya sepotong-sepotong atau terasa sangat pendek, kurang begitu menarik membuatnya terasa sangat cepat. Tidak seperti dua episode lainnya yang sungguh menaikan perasaan emosi dan segala halnya campur anduk sehingga membuat durasinya terasa lama. Namun, tidak masalah karena episode kali ini menurutku sudah cukup baik. di sini Tew di sorot, dan menurutku dia adalah pria tampan yang fresh dan membawa nuansa cerah juga. Di cerita dia dikatakan tinggal bersama para senior yang membuatnya seperti pembantu, saya membayangkan betapa menggemaskannya jika scene nya tersedia. Dari segi dialog, biasa saja ya, dari segi warna sama saja, overall sudah cukup sih untuk episode kali ini. Oh ya episode ini memperkenalkan kita tentang seseorang ke seseorang ; maksudku si A suka si B, si B suka si C dan lain sebagainya, saya akan segera menonton episode 4nya segera.
Was this review helpful to you?
Setelah menonton ini untuk yang kedua kalinya setelah bertahun-tahun lamanya menyelesaikan series ini untuk yang pertama kalinya, aku merasakan bahwa this is "gem" yang bikin GMMTV tidak jadi bangkrut ; ini kebenaran ini adalah benar adanya. Series ini mampu menggambarkan bentuk genre baru BL series menjadi sesuatu hal yang luar biasa bagus dan menyenangkan, era baru mengenai perbL-an bener-bener berkembang pesat setelah series ini muncul. Terbaik!, dari segi warna menurutku untuk episode kali ini terlalu oversaturated ke arah rendah ya, dialog mudah difahami sih, scene nya epic dan luar biasa apik pengemasannya, aku menyukai setiap scene yang ditampilkan, momen highlight mungkin adalah di scene terakhir dan saat Wad dan Prem berkelahi, menurutku Wad dan Prem punya chemistry yang bagus juga, namun sayang mereka tidak terlalu terhighlight di series ini.
Was this review helpful to you?
Dalam rangka ingin banget dan kangen banget sama singto, sebenernya sih gt. Aku memutuskan untuk nonton series ini, dan alhamdulillah kesampaian untuk episode satu. Jujur menurut pribadi vibesnya beda banget, ini bener-bener jadi ngakak, padahal dulu pas pertama nonton ini series dulu ; agak serius dan tegang kek gmana gt, sekarang malah bengek ngakak sendiri. Dan lagi, karena aktor-aktornya udah pada kenal dan tau gtu pernah main di series mana sebagai siapa, malah campur aduk dan malah nambah ngakak wkkwkwkw, asli ini rewatch-able banget. Dari segi warna biasa banget, kalah jauh sama series-series GMMTV yang sekarang yang penuh warna dan punya tema tersendiri, sebagai contoh seperti be my favorite atau vice versa, atau never let me go : dan banyak lagi ; masing-masing punya ciri khas color paternnya sendiri-sendiri dan unik gt. Dari segi dialog mudah difahami ya, pokonya ini rekomendasi banget apalagi buat yg rewatch.
Was this review helpful to you?
Entah kenapa aku sangat suka episode yang satu ini, sangat epik dan apik banget pemilihan scene dan alur ceritanya. Episode kali ini berfokus pada kemungkinan yang terjadi di masa depan setelah ayah Kawi di oprasi ; dan hasilnya sangat mengejutkan. Sedikit spoiler, satu hal yang aku suka dari keputusan bijak GMMTV adalah menjodohkan permai dengan not ; dan ini adalah bagian runtutan probabilitas waktu yang salah, ini membuat Kawi menjadi bersedih dan kecewa karena menganggap semuanya menjadi kacau ; keputusan ini secara tidak langsung memberi tahukan penonton bahwa Kawi harus bersama Pisaeng agar mencapai hasil ending yang terbaik. Ini memang fiksi, namun pengemasannya sangat bagus banget dan bener-bener like "a wonderfull story"gtu. Tiga episode selanjutnya menurutku akan menyenangkan ya, karena Kawi akan benar-benar menata kehidupannya dengan "Sangat benar" karena dia sudah tau apa yang harus dia lakukan agar mendapatkan probabilitas good ending yang tinggi. Sedikit curhat, Kawi yang menjadi artis terkenal di awal scene benar-benar membuatku iri, aku terkadang membayangkan apakah aku bisa seperti Kawi yang kembali ke masa lalu dan mengubah segalanya? memperbaiki diri sendiri dan yang terpenting menjadi diri sendiri, saya ingin sekali melakukannya. Namun, apa daya ini dunia nyata, apa aku bisa melakukannya? aku ingin sekali meraih masa depan sesuai dengan apa yang aku sukai dan apa yang aku inginkan, walaupun alurnya mungkin menjadi tidak sama dengan apa yang aku dapatkan hari ini, namun sungguh aku ingin sekali memperbaiki masa lalu aku, sebelumnya jika kalian membaca curhatan di review episode-episode be my favorite, kalian mungkin sedikit agak faham tentang masalah hidupku. Lanjut ke review, pewarnaan episode kali ini lebih enak di mata, lebih lembut dari episode sebelumnya, dialognya mudah difahami, dan yang aku kagumi adalah "alurnya" walaupun punya alur yang maju mundur dan bahkan terbilang "acak" namun saya bisa mengerti dengan mudah series yang satu ini, luar biasa GMMTV! great one!, saya benar-benar menantikan episode 8 nya minggu depan.
Was this review helpful to you?
Episode kali ini menampilkan sesuatu yang "hot", setelah sekian lama dalam "step by step"-nya ; awal episode ini sudah tidak step by step lagi - ini menampilkan seluruh adegan panas yang selama ini series ini tidak pernah tampilkan, mungkin ini menjadi harapan setiap fans ya termasuk aku sendiri, saya benar-benar tercengang ketika melihat adegan mereka benar-benar mesra, saya tidak pernah punya ekspektasi lebih untuk adegan panas ini, namun saya malah mendapatkan ekspektasi ini ; sungguh luar biasa bagus, sangat romantis dan intens ; satu hal yang mungkin agak berat adalah semua adegan ini dimasukan ke dalam satu episode dalam satu waktu membuat episode ini menjadi "lebih berat" di bandingkan episode sebelumnya. Walaupun episode ini di awali dengan romansa yang sangat kental dan kuat, setelah episode sebelumnya sangat menyedihkan dan melodrama, namun ending episode 10 ini membuat "romansa senang" itu sirna begitu saja, baru saja merasakan kebahagiaan, malah muncul masalah baru, ini menjadi lebih rumit ; sedangkan step by step hanya bersisa 2 episode lagi - saya harap series ini tidak mengkompress segalanya menjadi "fast track" atau resolusi instan yang membuat "ending" vibesnya menjadi tidak berkesan, saya lebih suka resolusi sebuah series di selesaikan dengan cara perlahan-lahan, walaupun 10 episode digunakan untuk scene Pat dan Jeng PDKT yang akhirnya bersama, dua buah episode resolusi untuk "bahkan" masalah yang baru itu menjadi suatu bentuk ending yang mungkin tidak akan berkesan. Hal lain yang mengagetkan adalah ternyata orang tua Jeng tidak mengetahui bahwa Jeng adalah seorang homoseksual, lengkap sudah konflik untuk episode kali ini, dua episode terakhir untuk resolusi masalah-masalah ini? apakah sudah cukup? saya berharap series ini memberikan cerita yang "bertanggung jawab" untuk itu. Selain itu, masalah Jane dan Jaab seperti tidak ada kemajuan sama sekali, saya tidak tahu bagaimana ending untuk mereka, sedangkan mainrole lain seperti Ae sudah menyelesaikan masalahnya dengan sebuah pernikahan bahkan pria lain yang menyukainya juga sudah confess dan itu berakhir dengan ending yang baik. Bahkan! Kritt dan Chot pun sudah menyelesaikan masalah mereka. Dari segi dialog sangat mudah difahami ya, alurnya terlalu cepat menurutku untuk episode kali ini seperti meloncat-loncat, namun scene di episode kali ini adalah yang terbaik, banyak sekali scene romanis Pat dan Jeng yang sudah saya tunggu-tunggu bahkan mungkin fans-pun sangat menunggu ini. Saya tidak sabar menonton episode 11 nya. Oh ya, karena ini 28-29 Juni yang kebetulan hari idul adha ; jadi ~ Selamat hari raya idul adha ya, jangan lupa untuk control makan daging dan perbanyak makan sayur dan buah.
Was this review helpful to you?
Jumpa lagi dengan reviewer + curhat di episode kali ini, setelah sebelumnya di episode 4 saya tidak bisa curhat mengenai masa lalu saya, sekarang saya akan curhat kembali - hal ini terjadi karena seriesnya menurutku sangat related dengan hal buruk di masa laluku, yuk di simak.#• Episode kali ini membahas tentang Denial.- Pisaeng yang kebingungan atas orientasi seksualnya, mulai merasa gelisah ; terlebih masalahnya dengan Kawi semakin menjadi-jadi, dia menjadi lebih mudah marah dan seperti kehilangan kebahagiaannya. Scene digambarkan Pisaeng melihat bendera pelangi di sebuah bar, bertanya-tanya tentang dirinya sendiri. Satu hal yang aku ingat, ini seperti aku di masa lampau, tepatnya sekitar 7 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2016. Awal aku masuk kuliah, walaupun sejak SMA sejujurnya aku pernah suka kepada seorang laki-laki teman sekolahku, namun saat itu aku tidak pernah mengakuinya, aku menyembunyikan semuanya, dan menganggap bahwa itu sebagai "rasa mengidolakan" seseorang semata, aku yakin laki-laki (temanku) itu sadar, dan memang kenyataannya dia sadar, kabar baiknya ; dia masih berteman denganku. Sampai akhirnya saat aku masuk kuliah, aku menemukan seorang pria lagi, dia adalah teman kelasku. Aku bahkan merasakan perasaan yang sama namun ini terasa lebih dari sekedar mengidolakannya, aku menyukainya. Aku berusaha menghindarinya, namun naas alam semesta tidak memisahkan kita, alam semesta malah sering mempertemukan kita dalam satu waktu, bahkan hingga lulus kuliah. Aku baru sadar bahwa aku menyukai laki-laki seutuhnya tanpa rasa denial sedikitpun yaitu di tahun 2020, dan aku memutuskan untuk jujur kepadanya, namun naas - tidak seperti teman SMA ku dulu, dia sekarang malah menghilang tanpa jejak, tidak mau berkomunikasi denganku dan aku kehilangan dia sutuhnya, seolah-olah dia sudah berbeda dunia denganku, tapi apakah aku menyesalinya? tentu tidak ; Bodkawi di series ini mengatakan sesuatu yang sangat penting dan ini mempunyai nilai Life meaning yang bagus, kalimat itu berbunyi "menyukai seseorang bukanlah sesuatu yang salah, tetapi tahukah kamu apa yang buruk ? yang buruk adalah menyukai seseorang dan tidak mengatakannya". ini adalah ucapan terbaik bodkawi, akhirnya aku merasakan bahwa apa yang aku utarakan dulu saat masa kuliah kepadanya bahwa aku suka, itu bukanlah kesalahan ; aku bangga memberitahukannya, aku senang memberitahukannya, apapun hasilnya aku tidak peduli, yang penting aku sudah jujur kepadanya tentang perasaanku.#• Tentang bakat. Salah satu hal yang dihiglight di sini adalah mengenai bakat, saya agak sensitif ya mengenai bakat, karena aku tidak tahu bakat aku apa sebenarnya, bahkan ketika aku kuliah, aku mengambil jurusan fisika bukan berarti aku pintar eksak dan menghitung, bahkan nilai UN Fisika dan Matematikaku adalah yang terburuk diantara semua siswa ; aku masuk ke jurusan itu tujuannya adalah agar aku bisa melakukan dan mengerjakan soal-soal fisika, alasan konyol yang bahkan aku menyesalinya saat ini, dengan dalih ingin menjadi guru, kenyataanya tidak seperti itu. Salah satu ucapan Pisaeng kepada Bodkawi yang relevan dengan kisahku adalah "mengapa kamu berusaha keras kepada sesuatu yang kamu tidak kuasai, itu hanya membuang-buang waktu. Kenapa kamu tidak melakukan apa yang kamu lakukan saat sesi wawancara saat itu". Sesi wawancara merever pada masa lalu Bodkawi ketika di Ospek di mana dia menunjukan bakatnya dalam menulis lagu, namun dengan keadaan yang tidak memungkinkan, dia tidak bisa menyanyi dengan benar, hal ini membuat karyanya menjadi tidak menarik dan mendapatkan cemoohan dari teman-temannya. Padahal di episode kali ini, Bodkawi benar-benar berbakat dalam bidang musik. Jika aku bisa melakukan perjalanan waktu, aku benar-benar tidak ingin menempuh perjalanan masa lalu yang aku lalui sampai sekarang, untuk apa aku bisa soal fisika dan entah berantah itu jika tidak membuatku bahagia atau dapat membuatku bisa melakukan banyak hal yang aku senangi, aku sebenarnya dari dulu tidak suka angka, bahkan ketika SD pun aku selalu dipaksa mengikuti lomba menggambar oleh guruku bahkan sampai aku menangis aku tidak mau melakukannya guruku sampai memaksaku, aku juga pernah menjuarai lomba baca berita, kemudian aku juga mengikuti lomba menulis cerita dan sinopsis, selain itu aku memang sangat suka menulis. Aku sangat suka tampil di depan kamera, aku bahkan selalu senang difoto. Jika aku dapat kembali ke masa lalu, aku benar-benar ingin mendalami seni, terutama seni peran, model, dan membuat banyak cerita menarik, aku juga ingin berlatih bermain banyak alat musik, aku ingin masuk ke komunitas dan ekskul yang mempelajari tentang latihan vokal. Aku sangat menyukai itu semua ; kenyataannya, di dunia nyataku, aku membuang apa yang aku suka, aku terlalu fokus ke pelajaran eksak saat itu agar dapat cumlaude, dan nilai terbaik - walaupun aku sudah mendapatkannya saat ini, namun apa yang aku peroleh? angka-angka itu tidak membuatku bahagia, aku sekarang bahkan menghibur diriku sendiri dengan menggambar dan menulis beberapa review di dramalist ini, aku juga menjadi sangat menyukai foto-foto diri sendiri bahkan dari sebelumnya, setelah aku melihat foto-foto di SMA aku baru sadar bahwa aku tidak pernah mati gaya, aku benar-benar menyukai lensa kamera dan apa yang dihasilkannya, aku bahkan sangat menyukai potretku sendiri - aku juga ingin menjadi model, aku ingin bersinar seperti itu ; namun sayang aku tidak berada di dalam dunia fantasy seperti Kawi yang dapat kembali ke masa lalu, ini semua menjadi penyesalan yang menjadi pelajaran. Walaupun terdengar tidak adil jika aku tidak bisa memperbaiki masa lalu, namun kenyataan memang tidak bisa kita ubah, apalagi kenyataan tentang masa lalu.#• Kawi yang menolak ajakan Pisaeng setelah ospek, itu seperti menampar saya , ada beberapa scene dalam masa laluku di mana orang yang aku sukai mengajak aku untuk berkumpul, entahlah dia ingat atau tidak ; namun saat itu aku menolaknya, dan pergi begitu saja, apakah reaksinya sama seperti Pisaeng ya? yang kebingungan kemudian membiarkannya mengalir begitu saja, jelas perlakuan seperti itu memang sangat tidak mengesankan dan tidak akan menghasilkan apa-apa, jadi wajar jika setelah sekian lama dia tidak menganggapku, selama kuliahpun aku terkadang memang tidak menganggapnya dan bahkan tidak menganggap kalian, terlalu fokus pada akademisi dan mengatur waktu belajar dan beristirahat adalah hal yang paling menyita waktu kegiatan yang lain, dan itu menurutku sangat melelahkan. Aku yang sudah melakukannya bahkan menyesalinya, kenapa dulu padahal aku menerima tawarannya saja untuk berkumpul bersama, hal ini mungkin tidak akan terjadi, hidupku menjadi lebih bahagia dan menjadi diri sendiri.#• Dari segi scene dan alur menurutku sangat mudah difahami ya, dialognya juga sangat ringan dan rapi. Ini menurutku epic ya, aku sangat menyukainya. Life meaning dari series yang satu ini menurutku sangat bagus terutama bagi aku pribadi ya. Namun hubungan Kawi dan Premai akan menjadi lebih rumit lagi, kenyataan bahwa Pisaeng juga menyukainya menjadi penambah biang konflik, dari pengamatanku pribadi Primai juga memulai untuk mencoba menyukai Kawi, dan Kawi yang it's okay-okay aja keliatannya dan malah senang, namun Kawipun sebenarnya terjebak dengan perasaan bingungnya kepada Pisaeng, apakah dia juga akan menyukainya atau tidak. Dari keterangan role, sudah jelas ya Kawi pasti berakhir dengan Pisaeng, series ini harus mengemasnya dengan adil dan rapi agar rating film ini tidak turun. Para fans itu agak sesi terhadap ending, sedikit saja kesalahan dibuat, rating bisa hancur begitu saja.#• Saya, Alumni fisika upi tahun 2016 sedikit curhat mengenai pengalaman dan masa lalu saya, dan apa yang sebenarnya saya ingin lakukan jika kembali ke masa lalu. Series ini sangat memberi gambaran yang bagus akan hal itu. Dan itu sedikit mengobati rasa sedih dan kecewa terhadap diri sendiri di masa lalu. Aku tidak sabar akan episode selanjutnya.
Was this review helpful to you?
Episode kali ini full of sadness dengan bumbu happines setitik, tapi gak nyangka episode yang satu ini sebagus itu woy. Nostalgia dengan perasaan antusias pas pertama kali nonton episode pertama series ini, episode 9 sangat menyajikan cerita yang luar biasa epic. Di awali dengan kebahagiaan Pat bersama Ibu dan Ayahnya yang setiap tahun datang untuk merayakan ulang tahun Pat, serta masalah kebingungan Pat tentang perasaan Jeng kepadanya, ini campur aduk menjadi satu kesatuan perasaan emosi yang tidak bisa terdefinisi, life meaning juga ada ketika orang tua Pat memberikan sedikit masukan kepada Pat di hari ulang tahunnya, ini benar-benar guncangan emosi ; saya sangat menyukainya. Scene lain yang aku suka adalah ketika Pak. Jeng menangis, secara ; Jeng adalah karakter yang kuat, alpha sekali lah ya, bahkan saya tidak bisa melihat sedikitpun celah dia bisa bersedih, namun di episode kali ini, Jeng benar-benar menangis sejadi-jadinya - merasakan bahwa dia jatuh cinta kepada Pat sedalam itu, merobohkan semua pertahanan sikap "kuat"nya itu. Aku ikut bersedih di scene itu, watak orang yang sangat kuat untuk tidak menangis, ketika menangis memang terlihat lebih merasa kesakitan dari apapun. Selain itu kebingungan Pat juga menurutku sangat realistis, terutama Pat dan Jeng bagaikan dipisahkan oleh jarak bumi dan langit. Semua unsur di episode kali ini menurutku sangat sempurna, selain itu scene main role lain juga di sorot seperti kelahiran anak cewek yang maaf aku lupa namanya itu, scenenya dimuat sedetail itu. Hanya hubungan Jab dan JAne yang di episode kali ini sedikit dikorbankan karena jumlahnya yang terlampau sangat sedikit bahkan hanya bagian dari filler kecil. Saya tidak sabar dengan episode selanjutnya, saya tidak tahan melihat Pat dan Jeng bersedih seperti itu... aku ingin mereka lekas berbahagia dengan cinta mereka.
Was this review helpful to you?
Episode kali ini menjadi awal episode berjalan dengan alur maju yang baru, Kawi tidak menggunakan kekuatan bola bunga dandelionnya lagi ; dia melakukan segala perbaikan tanpa memikirkan mengenai masa depan akan seperti apa. Ini menurutku cukup bagus ya karena membuat ceritanya jadi tidak seperti "mempermainkan takdir". Namun konflik semakin rumit, Kawi yang di tolak oleh Premai, dan Pisaeng yang menolak cinta Premai membuat Kawi terjebak di antara keduanya. Ada beberapa scene bahwa Premai sekarang "akan" mendekati Kawi, sedangkan Pisaeng juga mendekati Kawi, ini seperti terlibat dalam hubungan yang bersifat "harus dipilih" terutama bagi Kawi sendiri. Sebenarnya hal ini menurutku tidak terlalu rumit jika Pisaeng dan Kawi sebelumnya tidak pernah berciuman di masa depan, namun hal tersebut sudah terlambat - Kejadian itu sudah terekam di pikiran Kawi. Sebenarnya aku tidak mengutip apapun ataupun curhat lagi ya, sebab menurutku alurnya memang sudah berjalan dengan seharusnya, Kawi sekarang sudah mulai untuk berusaha untuk memperbaiki masa depannya tanpa memikirkan apa hasil kedepannya, dia hanya berusaha yang terbaik. Ada satu faktor yang menurutku hilang di sini, keunikan ceritanya menjadi luntur, terlebih karena perjalanan waktu sekarang sudah tidak ada lagi (dibatasi) ini membuat ceritanya menjadi receh, terlibat cinta segitiga antara Kawi, Pisaeng dan Premai ; ini seperti cerita bL mainstream yang sering kita temukan, semoga ada bumbu pemanis lain yang membuat series ini menarik dan memancing minat penonton untuk menonton episode selanjutnya. Selain itu, saya sangat bersyukur karena jumlah episodenya hanya 10 buah, karena jika terlalu banyak dengan konflik yang seperti ini akan menguras banyak energi dan akan menjadi membosankan. Konflik series ini pada episode ini seolah-olah menjadi sangat sederhana, penyelesaiannya juga sepertinya akan begitu-begitu saja dengan ending yang itu-itu saja ; ya walaupun aku akui masih banyak kemungkinan ke depannya yang kita tidak tau, tapi aku fikir, series ini masih layak untuk diikuti.
Was this review helpful to you?
Our Skyy 2: A Tale of Thousand Stars Episode 1
1 people found this review helpful
Episode ini merupakan episode terakhir dari rangkaian multiverse Our Skyy2 dan ini adalah yang terbaik, sebagai episode terakhir - episode kali ini membumbui series A Tale of Thousand Stars dan Bad Buddy Series Tambahan ending yang fantastic, terbaik!. Dari segi dialog dan alur sangat mudah difahami ya, apalagi jika kalian benar-benar fans berat dan sangat memahami cerita kedua related series ini, setiap momen dan beberapa scene sangat mengingatkan kita akan nostalgianya zaman kita nonton A Tale of Thousand Stars dan Bad Buddy Series beberapa tahun lalu. Dari life meaning, menurutku ada ya, terutama tentang cincin yang diberikan Phupa kepada Tian, jangankan episode yang satu ini ; series A Tale of Thousandnya sendiri sudah lautan makna kehidupan, jadi tidak heran kalau our skyy2 nya juga sama. Tidak bisa berkata-kata selain "this is fantastics and Nice Meaning Ending"!. Love!
Was this review helpful to you?
Our Skyy 2: Bad Buddy x A Tale of Thousand Stars Episode 2
1 people found this review helpful
Diawali dengan scene awal "kukusrukan di kebon", episode multiverse ini berlanjut. Episode kali ini menurutku sangat banyak mengangkat tentang tema episode kali ini "yaitu tersesat". Tujuan awal dari episode sebelumnya adalah membawa episode ini ke bukit papandiaw atau apalah itu aku kurang begitu ingat namanya, tempat sakral A Tale of Thousand Stars berada, namun episode kali ini tidak menyajikannya, mereka hanya berakhir tersesat dan kembali ke camp. Tanda tangan Phupa pun tidak jelas apakah Pran bisa meyakinkannya untuk mendatangani dokumen tersebut atau tidak. Dari segi dialog mudah di fahami ya, alurnya juga jelas walaupun scenenya mungkin sebagian orang mengatakan itu membosankan. Namun romansa keduanya sangat sama dan orisinil baik untuk Pran dan Pat maupun untuk Tian dan Phupa. Overall bagus banget sih, cuma "kurang greget aja" gimana gt... saya tidak sabar tentang scene Phupa menemui keluarganya Tian. Sangat menantikannya.
Was this review helpful to you?
Aku, sebagai seorang mahasiswa tahun 2016 di salah satu universitas negeri di bandung, saya salah satu tipe mahasiswa yang menahan karakter yang sebenarnya, setiap hari yang saya lakukan adalah "belajar dan belajar" ; saya berfikir dengan begitu saya bisa membahagiakan semua orang - saya mengorbankan semua waktu dan pengalaman lain di kuliah saya seperti berkumpul dengan teman-teman, menjalin relasi dengan senior, membangun kekeluargaan bersama teman-teman, nongkrong, menikmati romansa cinta, dan membolos ; atau bahkan melakukan hal gila lainnya. Saya fikir, selama saya berkuliah teman-teman saya akan menganggap saya ini adalah orang yang membosankan, percis seperti teman bodkawi di series ini yang mengatakan "kawi, kamu benar-benar membosankan". Setelah lulus saya baru tau bahwa menjadi seorang akademisi sendirian dan terlalu fokus ke sana tidak membuatku bahagia, aku bahkan kehilangan teman, dan kehilangan salah satu orang yang aku suka di kelasku ; aku benar-benar bersedih selama bertahun-tahun. Series ini menceritakan kisah yang serupa denganku, bedanya di dalam series ini ada unsur "fiksi" yaitu perjalanan waktu ; lebih tepatnya pengulangan waktu sih, Bodkawi memutar benda ajaib yang membuatnya kembali ke masa lalu dan mengulang semuanya, aku benar-benar membayangkan bagaimana jadinya jika aku juga bisa melakukannya, ada pepatah "masa lalu biarlah berlalu, yang harus kita fikirkan adalah masa saat ini" ; tapi, bagiku tidak sepenuhnya benar, jika aku punya kesempatan, aku ingin sekali mengulang segalanya dengan apa yang aku inginkan. Aku ingin sekali mengulang masa lalu kemudian menjadi diriku sendiri, sebagai contoh, aku tidak mau belajar dengan serius (santai aja), aku tidak perlu harus lulus tepat waktu (karena ini menekanku untuk mengorbankan waktu bersama teman-teman), aku ingin menyatakan cinta kepada seseorang di kelasku dengan lebih cepat, akupun ingin bermain bersama teman-teman, nongkrong ke sana ke mari, melakukan hal gila, yang bahkan kesempatan itu telah aku lewati ; aku benar-benar tidak memperdulikan lagi dengan nilai, pencapaian akademisiku yang bagiku tidak membuatku bahagia, bahkan ketika mendapatkan nilai terbaik, aku tidak merasakan kebahagiaan. Semuanya terasa seperti tidak ada bagusnya untukku. Andai aku seperti Bodkawi, aku akan melakukan banyak sekali hal gila yang harus aku coba sebelum aku lulus kuliah. itulah gambaran konsep cerita yang dijelaskan di episode kali ini, maaf aku agak curhat karena ini benar-benar relate banget sama aku yang pecundang ini, dari segi dialog sangat mudah dimengerti ya ; dengan alur yang sederhana, konsep cerita mesin waktu memang menarik, sangat menarik terutama bagiku ya, dari segi warna ini benar-benar menggunakan filter sweet dengan perpaduan warna coklat dan beberapa warna biru navy dan ungu serta biru sage. Krist sangat kuat membuat series ini menarik ; selain itu gawin sangat luar biasa ; dia hanya menggunakan karakter alami-nya seperti di dark blue kiss, sedangkan krist benar-benar menggunakan karakter alami-nya seperti di series Sotus. Series ini benar-benar menarik bagiku, aku sangat ingin melanjutkan seriesnya untuk episode duanya. Akhirnya aku bisa melihat gambaranku ke masa lalu ; tidak apa-apa walau hanya series, namun aku membayangkan aku sendiri yang melakukannya itu sangat membuatku senang.
Was this review helpful to you?

