Situationship, Complicated Hurt & Introvert Vibes
Center point 1 : Story (score : 9)Alasannya:
Aku menyimpan 1 point dari 10 atas pemaksaan alur yang dipercepat.
Setelah aku melihat trailer dan mengetahui tema dari Beside The Sky adalah situationship diantara anak tetangga, aku mengira alur cerita seperti ini akan sedikit lambat dengan mengutamakan pendalaman karakter, penjelajahan chemistry yang berubah secara perlahan dan hati-hati namun seperti roller coaster. Rentang time line nya pun ternyata lebih panjang dan complicated mulai dari masalah keluarga, pemahaman atas jati diri sendiri dan romansa itu sendiri. Aku rasa 8 episode terlalu memaksa untuk menyelesaikan ketiga masalah besar yang paling utama di cerita ini.
Tapi overall aku suka karena mereka tetap memperhatikan poin-poin pentingnya. Sehingga chemistry setiap tokohnya tetap terjaga dan logika cerita tetap berjalan dengan baik. Cinematography adalah yang paling aku suka. Semua tempat, scene yang diambil terlihat indah. Dan pemilihan dialognya sangat berkesan.
Center point 2: Acting/Cast (score : 10)
Alasannya:
Bever dan Tonliew sangat luar biasa memerankan Tonfah dan Typhoon. Aku bisa merasakan bahwa mereka benar-benar masuk ke tokoh tersebut. Aku ingin berterima kasih kepada orang-orang yang memilih mereka berdua memerankan Tonfah dan Typhoon. Sampai saat ini aku masih sering gelagapan memanggil Bever sebagai Tonfah, begitu juga pada Tonliew, aku masih sulit membedakan dia dengan Typhoon. Keduanya seolah ditakdirkan untuk menghidupkan peran TonfahTyphoon. Apalagi setelah akhirnya aku membaca novelnya. Mereka benar-benar mirip dengan penggambaran TonfahTyphoon. Siapapun yang meng-casting mereka pasti sangat jeli untuk menemukan mereka.
Center point 3: Music/OST (score : 9.5)
Alasannya:
Aku menyimpan 0.5 karena ada beberapa part di lagu Under The Same Sky yang terasa terlalu dibuat mirip atau sama dengan karakter suara pembuat lagu. Aku berekspektasi bisa mendengar karakter suara Bever dan Tonliew sepenuhnya. Tapi, tidak ada yang jelek dengan itu. Karena karakter suara mereka kurasa memang sedikit mirip. Dan suara pembuat lagunya sangat bagus, mulai dari lirik, vibes dan cara mereka berdua mencoba memiliki perasaan saat menyanyikan lagu tersebut.
Semua lagu yang dipilih sangat satu vibes dengan setiap adegan dalam series. Dan aku sangat terkejut karena ada karakter suara lain yang berbahasa jepang untuk memaksimalkan adegan mereka dijepang. Itu adalah keputusan yang paling aku suka.
Center point 4: Rewatch Value (score : 9)
Alasannya:
Aku pasti akan banyak mengulang untuk menonton drama ini. Ada banyak moment dalam hidup, yang meski harus jatuh sejatuhnya, aku harus ingat bahwa Typhoon berhasil bangkit dan bahagia bersama Tonfah. Disaat aku merasa sendirian, aku harus percaya bahwa mungkin orang sepengertian Tonfah itu ada di sekitarku meski aku tidak menyadarinya. Dan aku menyimpan 1 point untuk hal-hal yang aku sayangkan seperti yang aku katakan sebelumnya.
Dan yah,,, aku tidak akan bisa dengan mudah melupakan semua moment manis antara Tonfah dan Typhoon begitu juga dengan persahabatan 4 Dokter dan 4 anak-anak yang menggemaskan itu.
Note: Overall aku menyukai semuanya tentang Beside The Sky kecuali beberapa hal teknis yang aku katakan diatas.
Was this review helpful to you?
Home School only lacks an official soundtrack
The story is very good and the actors chosen play their characters well, each has their own story about their family, but it is still presented neatly. The shooting and lighting effects are also very good, especially as there are many night scenes in the story.Overall I enjoyed the story. Especially when the real antagonist starts to appear, it's very tense. It's a shame there's no official soundtrack. Even though the soundtrack will really add to the emotion of the story being shown, especially if there are sad scenes.
Was this review helpful to you?