This review may contain spoilers
Teaser Pilot nya udah dari 2024, 2026 hasilnya cuma kayak gini?
Kata-kata tak bisa mengungkapkan gimana senengnya gwejh pas tau kalau Fluke Pusit bakal punya 'Main Role' lagi selain di The Shipper 2020. Sumpah gw seneng banget pas tau dia main series ini makanya gw bela-belain ngikutin series ini dari awal episode 1, sekalian barengan sama Love Upon a Time ♡, mumpung langganan 3 bulan IQIYI gw masi jalan why not ya kan?.Tentunya berkat Fluke, ekspektasi gwejh jadi tinggi banget sama series ini. Fluke tuh BISA acting kok, buktinya dia flawless banget pas main di The Shipper. GMMTV emang kayak taek lah, bisa-bisa nya talent semantep Fluke disia-siain ya kan? emang agensi bapuk itu.
Ngga muluk-muluk, ga perlu nonton trailer-nya dulu ga perlu baca sinopsisnya dulu gw langsung tancap gas nonton episode 1, first impression.. WOW.. gilak Fluke gacor bin yahut ajup ajup ajup mantep icikiwir cuyyy pas di NC scene nya🙈. Had me pingsan (alay) 30 menitan, sumpah gakuatt panass banget. Selain dari NC Scene nya, yang lain masi yahhh OKE lah ya, masi belum memikat minat gueh tapi at least FLUKE berhasil memikat gueh dan meyakinkan gueh untuk melanjutkan nonton seriesnya.
Episode 2 - wah menarik nih, Saitharn disuruh jadi pegawai kebun teh, buat bayar hutang. HMMMM.. pegawai doang niich? 🙈.
Episode-episode seterusnya, ni series malah ngasih peluang side plot baru yang bahkan bikin gw mikir, emang cukup ya durasinya? kek mana lah critanya drama 8 episode bisa muat untuk 3 COUPLE, 2 geih 1 lesbiola. ada 1 yang lesbi loh, a whole different genre, yang kalau kalian nonton series GL, series GL tuh kadang lebih komplex problematika yang dijunjung. Jujur, gw ga ngarep banyak yaa tapi at least tolong lah develop ceritanya yang bener gitu looooookh!
Malah disusupi penyusup kebun teh, terus siapa tuh si imut yang malah ditembak pistol, lah ini makin awur-awuran? ah au ah.. semenjak saat itu gw dah ga ngarep lebih sama series ini. udah confirm bakal jelek rating dari gw nanti. ga ada yg bisa mengubah pikiran gwa!!.
Padahal gw sempet nonton special clip 1 di Iqiyi, mereka pake sombong banget kalau mereka nggandeng producer terbaik, dll dll, tapi hasilnya kacau.. apalagi pas gw tau kalau bocoran alias Pilot dari series ini udah muncul sejak 2024. DUA RIBU DUA PULUH EMPAT! cuy?? 2 tahun untuk hasil yang mid-ass setengah 12 kek gini? untung gw ga nungguin sejak 2024,lah gimana nasibnya yang nungguin sejak lama? kecewa brutal donks.
Oiya itu backsound nya itu ituuu mulu ya? ga bisa variasi gitu? 🙄
sumpah ini buang masee jer (kalau kata upin ipin). ada sih orang yang bilang ini series bagus, which is okeyy i respect that tapi sisi apa yang bagus? apa moral/pelajaran yang bisa diambil dari sini? oh iya, character development nya Saitharn dari yang awalnya city boy playboy tekedung kedung jadi anak baik, lain dari itu? Leadership khun Sila? kureng coihh. ga terlalu ditampilin juga, karena lebih sering di-'oper' ke si Wipa pembohong handal atau ga ke sekretaris PRIA nya itu (wkwkwk Teddy kah bang?).
Dahlah sekian. I hope Fluke and his pair could get a better written series. For the sake of god i really hate series that wasted my time kayak yang ini nih.
oiya si imut chinese cute boy sama pair nya dia cocok main di series yang tema high school gituu, sabi kali Love Sick 2028 remake wkwkwk.
Was this review helpful to you?
TW: NANGIS! Kalau tidak siap mental, tunda dulu nontonnya
awalnya saya direkomendasikan oleh seorang teman tentang film ini, saya baca dulu sinopsis nya dan dari awal memang terdengar menarik, TAPI GA NYANGKA BISA BIKIN NANGIS KEJER NON STOP SETENGAH JAM😭Jepang memang ga kaleng-kaleng kalau soal industri perfilm-an, semua aspek kebagusannya diembat semua. cinematography is on point! Disetiap adegan yang disuguhkan di film ini, anda pasti takjub oleh ke-aesthetic-an nya.
PLOT 10/10
Selalu ada plot twist dibalik apa yang setiap karakter alami/lakukan, yang paling bikin takjub adalah plot twist instagram post lock yang ada di akhir film (tonton dulu makanya, saya ga mau memberi spoiler). dan somehow plot nya tuh terasa rill terasa apa ya- kaya bukan dilebih lebihkan gitu. yang memang betul betul menggambarkan kondisi orang sakit yang sewaktu waktu bisa collapse ditengah jalan, sampai di rawat jalan di IGD. itu realistis banget
ACTING 10/10
Acting as if they don't act, alias bener bener sebagus itu choyyy. kaya ga acting. dan aku paling suka sama keluarga nya akito yang ga terlalu memaksakan kehendak mereka krn mereka paham apa yang dialami akito. ayahnya best dad! aku pikir pas lihat wajah ayahnya tu aku kira dia bakal somehow aga membentak kayak- "kenapa kamu bolos ekskul lukis????!" (spoiler dikit) tapi ternyata dia sangat understanding akito bgt, BEST DADD
Aspek tambahan
anda akan disuguhi beragam ilmu baru saat menonton, termasuk ilmu bidang florist dan arti dalam memilih bunga dalam keseriusan menjalani hubungan pacaran. joss bgt pokoknya.
In the end, this might be one of the best Japanese movie I've ever seen. walau belum menjelajah seluruh film-film Jepang but I can assure you, bahkan setelah nonton 1000 atau 3000 atau bahkan 1.000.000 macam genre film Jepang, anda tetap teringat dengan film ini kembali dan akan ada rasa rasa hendak rewatch hehe, saya jamin dah
NONTON YAAA, SEDIAKAN TISSUE GUYSS. TENGKYUU
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
Tontonan yang ringan, tolong gausah dibawa serius..
Ku tonton series ini karena lagi seneng2 nya sama TutorYim. Gegara mereka jadi cameo di Love Upon a Time, aku kepoin lah series mereka kan, pas banget waktu itu episode 1 nya ChermChey udah tayang. Tontonlah, dan ternyata, wow! not bad, aku suka (banget) kalau dibandingin sama Middleman's Love atau Battle of the Writers. Oiya, sedikit ingfo, selama aku ngikutin ChermChey setiap pekan, sembari menunggu episode baru aku sambil nontonin Middleman's Love dan Battle of the Writers ya!! jadi penilaianku sudah berdasar. Hasilnya, ChermChey adalah series TutorYim yang terbaik, sejauh ini.Standing point:
^LUCUUUU, wkwkwk full ketawa. Tingkah mereka beneran kayak ngga di-script dongg. sukak bgt actingnya natural syekalii.
^Background song disetiap Intro dan Outro. menurutku itu Fire AF as fck as F as fucek AFF. gilakk. had me dancing kayak ulet goyang di karpet alias asoyyy enak bgt coii.
^Guest role, Cameo, dan supporting character yg unik. Keng muncul dengan peran dia yang sama kayak di Khemjira! sukak bgt tapi kok perintilannya dia nggak dibawa huhuuu.
^Sinematografi nya bagusss banget. ini salah satu aspek yang ngga dipikirkan dan kurang diapresiasi sama ribuan orang di situs sampah ini. kalau Script-nyajelek yaudah lihatlah aspek mana yang bisa diapresiasi. Emang kadang2 situs ini penuh dgn org tolil bin delogok.
^NC scene yang ngga terlalu dilebih-lebihkan, at least better ini daripada yang di Battle of the Writers.
^Cultural appreciation (kuilnya cantik syekaliii).
Ruang untuk pembenahan:
- IYA YA TAU iyaaa, scriptnya. Plotnya udah bagus tapi apa ya yang bikin ini jd ada flaw nya..
- apa ya? ngga ada lagi.
apa ya, mungkin orang-orang butuh pil pereda kecenderungan terhadap demand tontonan yang over-perfect. kek- padahal kan kalian bisa nonton series ini ditengah-tengah tontonan series lain yang sekarang lagi ngetren series dengan karakter black flag/red flag. series dengan cerita yang sangat heavy, lagi ngetren kan? disaat semua series lagi berlomba-lomba buat jadi yang terpaling perfect, series ini hadir sebagai "buffer", sebagai penengah, sebagai penetralisir. Seharusnya kehadiran series seperti ChermChey bisa lebih diapresiasi lagi karena effort productionnya ngga kaleng-kaleng, yah walaupun dalam artian lain DMD ni kesannya kayak men-abandoned TutorYim, paham gak sih? Kenapa series2 nya TutorYim selalu di-handle antara kerjasama 2 agensi?. DMD ga niat nih ngurus artisnya, cuihhh.
Sekian, damai, cium, muahh (harus ku terjemahin soalnya isi review ku banyak kebencian kepada pengguna platform ini hehehe, harus dianonimkan!)
sekian salam rodok rodok (becandaa).
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
Kita punya kisah cinta SEGI EMPAT sebelum 'Secret Relationship' dan 'Peach Trap'
Got my lazy ass to write this karena pas banget nemu analogi yang cocok untuk menggambarkan serial ini. Dan untuk hari-ke... hmm kesekian aku sedang mencoba membangkitkan kebiasaan mengulas drama setelah selesai ditonton.Akhirnya diriku selesai nonton series ini setelah merasa ragu-ragu apakah ini layak ditonton atau nggak 😭, udah sejak 2024 aku ragu mau nonton ini. Dari dulu udah nonton episode 1 tapi maju mundur antara mau lanjut nonton apa nggak hhh. Tapi berhubung beberapa hari yang lalu Pride Month resmi berakhir, dan aku belum kunjung dapat boyfriend :(. Disuatu malam yang dingin (beneran dingin loh! nyentuh 19°C di tempat gwejh, bweuhh menggigil cok), nah pas gw lagi bikin & ngebayangin fake scenario di otak, tiba-tiba kepikiran ada satu BL character di drama BL yang bener-bener tipe gwehh banget. Literal "daddyhh" vibes. Yap! Choi Jun (diperankan oleh Ki Hyunwoo). Langsung deh buruan buka GagaOOlala, eh malah nemu info kalo drama ini bakalan menghilang dari GagaOOlala (habis masa kontrak tayang kali ya), yahh sedih. Tapi mumpung masih ada jd buruan nonton ga sihh?
Gw paham kenapa banyak orang ngereview series ini dengan hasil yang jelek, bahkan ada tuh reviewer asal indo yang ngecompare ama "series sebelah" katanya😭 series sebelah tuh series ape tong? mau nanya eh akunnya udah keburu nonaktif tuh😭. Kita ulik dulu kenapa ini bisa dicap jelek sama orang-orang.
1. Story-nya kurang.. ntah kurang greget atau kurang ngepas sama runtime yang cuma 8 episode itu. Ini gw setuju sih tapi ada value lain yang nolong/menambal story yang gak lengkap ini. Yang mana, justru "value lain" itu jadi poin plus buat gw.
2. hmm apa ya? kalo dari gw pribadi sih, intro nya jelekkk. Padahal dia punya OST bagus banget enak didenger eh malah ditaroh di akhiran/outro :'''')
3. Intro yang cenderung nge-spill isi-isi adegan didalam series. Sumpah ini penyakit klasik sih, udah tau series cuma 8 episode trus per episode nya ngga sampe sejam eh malah ngespill adegan.. mana adegan GACOR di episode 3 kena spill juga tuh. siapa sih editornya?? ngajak gelud.
4. Beberapa adegan yang ngga nyambung sama adegan berikutnya, tiba-tiba kena potong aja gitu nge-expect kita bakalan ngemaklumin gitu? ya sebenarnya ga papa sih ganti adegan yang sama sekali ga ada hubungannya tapi at least buatlah transisi perpindahan adegan yang smooth gitu loh.
5. Lumayan banyak plot hole(?) menurut gw ini sih kacau ya.
hmm kalo dari gw sih, 5 poin diatas itu poin "Kacau" nya series ini. Eh tapi tapi tapi, selain daripada itu semua, gw sangat menyukai value lain yang secara tidak langsung ditawarkan oleh series ini (terkhususnya buat para Jones, para lonely, para pejuang dalam hidup tanpa support system, pasti mimpi basah pengen jadi Lee Jun).
Honorable mention = 🎶 Lucky to be Loved 🎶, sebuah lagu yang dirilis oleh Boygroup korea selatan, TWS (투어스).
*Verse 1*
🎶거울 앞에 비친 나의 모습
어딘가 좀 달라 보여, now, now, now
그게 왠지 두렵지는 않아
넌 날 다시 시작하게 하니까 🎶
terjemahan: Melihat pantulan diriku di cermin, kok rasanya ada yang beda ya ? (now, now now).
Tapi entah kenapa aku tak merasa takut
Karena kamu bikin aku merasa hidup lagi, memberikan ku kesempatan lagi.
*Pre-Chorus*
🎶여전히 서투르고 다 알지는 못해도
언제나 내 곁엔 네가 있어서 🎶
terjemahan: Walau terkadang aku masih ceroboh dan canggung, dan tak mengerti apapun.
Tapi kamu selalu ada di sampingku.
*Pre-Chorus*
🎶When I'm with you, I'm at home, 나다울 수 있는 걸
I know, I know 🎶
terjemahan "나다울 수 있는 걸" = bisa menjadi diri sendiri
*Chorus*
🎶I'm lucky to be loved by you (Be loved by)
Lucky to be loved by you (Be loved by)
Lucky to be loved by you
알잖아, feels like I'm up on the moon (Be loved by)
Lucky to be loved by you 🎶
*Post-Chorus*
🎶아직 모를 내일이 이젠 불안하지 않아
Lucky to be loved by you
너만 있어 준다면 더는 겁날 게 없어 난
Lucky to be loved by you🎶
terjemahan: Tidak tahu apa yang akan terjadi besok tak lagi membuatku cemas
Beruntung bisa dicintai olehmu
Selama kau bersamaku, tak ada yang perlu ditakuti
Beruntung bisa dicintai olehmu
Menurutku, ke-5 dasar lirik dari lagu ini udah cocok menggambarkan kehidupan Lee Jun, yang dikelilingi oleh 3 pilar pelindung dirinya (Choi Jun, Song Hyunjae, & simeon). Dari yang awalnya ia hanyalah seorang underground idol (idol kurang terkenal/idol dari agensi nugu), bagaimana pada akhirnya Lee Jun bisa beradaptasi di lingkungan korporat yang sangat rentan reputasinya tercoreng (biasanya ulah rekan kerja yang iri).
1. Sebuah "Changing Mirror"
Dalam lagu "Lucky to be Loved", TWS bernyanyi tentang mereka yang menatap cermin dan melihat bayangan yang kini tampak berbeda. Bagi Lee Jun, ini adalah metafora visual dan emosional yang sangat mendalam. Dirinya harus sepenuhnya melepaskan identitasnya sebagai idol underground, dari yang semula menatap lampu-lampu yang berkedip, kostum panggung, variety show, serta mimpi yang tak sepenuhnya terwujud, semuaa itu harus ditukar dengan dunia korporat yang kaku, lembar Excel & PPT, dan intrik kantor (ada tuh rekan kerjanya yang iri dengki sama Lee Jun, yang pada akhirnya si rekan kerja tersebut gagal/tidak lolos masa probation 3 bulan. haha mampus ga lu?) . Nah gw bisa bilang, “Perubahan lanskap masa dewasa” semacam itu, terasa menakutkan karena Lee Jun atau kita semua pasti merasa seperti kehilangan jati diri. Namun, seperti yang tersirat di lagu-nya TWS, bayangan yang berubah itu tidak menakutkan jika ada orang-orang yang tepat yang memandangmu dengan penuh kasih.
Nah, menurutku, metafora "Changing Mirror" ini sepenuhnya didapati oleh Lee Jun, paling utamanya yaitu berkat Song Hyunjae. Kenapa Hyunjae?. Hyunjae lah yang senantiasa menemani Lee Jun dalam masa tersulit-nya (seperti pas Lee Jun terpaksa harus mundur dari idol, kayaknya gegara rumor miring ya? CMIIW), Hyunjae rela meninggalkan posisi dia sebagai manajer pribadi-nya Simeon, demi melindungi Lee Jun yang pada saat itu tentunya sedang kehilangan arah.
Nggak berhenti disitu aja, pas akhirnya Hyunjae berhasil menjadi orang yang merekomendasikan Lee Jun ke HRD, Lee Jun akhirnya diterima kerja lagi. Tapi gak langsung se-instan itu dong kesenangannya. Banyak sekali pihak yang ingin menjatuhkan Lee Jun di kantor barunya itu. Yang paling membekas bagi gw, pas Hyunjae lagi menguping pembicaraan/gosip jahat yang dilontarkan oleh 3 intern lain (well, technically, si Mi-Young alias intern cewek, dia sering positive thinking dan membantah gosip-an nya si Yeong seok, tapi tetep aja dia masih sering nimbrung gosip! huh). Hyunjae nggak secara langsung "kasih paham" ke mereka-mereka yang gosip, tapi Hyunjae paham betul kalo situasi Lee Jun yang sedang diambang popularitas (karena lagi OP, lagi gacor-gacornya, dia berhasil mujuk Simeon supaya mau jadi model ambassador produk hair perfume terbaru, dan juga karena faktor lain) itu justru bak pensil tumpul yang sedang diraut/dipoles yang perlahan menjadi tajam, dan ketika udah tajam, bisa sewaktu-waktu melukai Lee Jun. Maka disini Hyunjae ngasih tahu Simeon buat jangan terlalu terlihat menonjol, karena Lee Jun bisa-bisa terluka karenamu (basically gitu lah intinya, gw parafrase-in).
Nah, honorable mention, si Choi Jun juga secara nggak langsung, cocok jadi sosok "Changing Mirror" nya Lee Jun. Dia kenal Lee Jun sejak kecil tapi terpisah lama karena dia merantau ke U.S. Nah, dimasa-masa "terpisah" nya itu, Choi Jun senantiasa memantau kabar terbarunya Lee Jun, terutama pas tau kalau Lee Jun jadi idol. Beuhh bucin parah tuh doi nontonin klip nya Lee Jun. Nah ketika Lee Jun mulai bekerja di satu company yang sama dengan Choi Jun, dia berusaha sebisa mungkin 'tuk dekat dengan Lee Jun, untuk "melanggar" batas profesionalisme yang seharusnya dipatuhi antara atasan dan bawahan, secara tak langsung agar bisa jadi "shield" bagi Lee Jun selain untuk tujuan utamanya buat jadi AYANG BEBEB-nya Lee Jun yaaww.
2. "Safety Net" Rookie dunia korporat
Lirik lagu TWS yang bunyinya, “Aku masih canggung dan belum tahu segalanya, tapi kamu selalu ada di sisiku,” perfectly menggambarkan minggu-minggu pertama Lee Jun yang kacau di kantor. Dia itu masih anak magang, murni dengan skill yang baru ia pelajari setelah bertahun-tahun menghabiskan waktunya untuk menjadi Trainee sebelum jadi idol (Trainee itu lama2 bgt lohh, masa latihannya. bisa sampe 10 tahun kayak Jihyo TWICE). Dia membuat kesalahan, kewalahan oleh labirin korporat (atasan yang nyuruh dia lakuin task-task lain padahal task-nya dia belum kelar, tapi dia gabisa nolak), dan merasa tidak mampu/"kewalahan" mengatasinya. Di dunia korporat yang kejam, anak magang yang canggung biasanya akan terinjak-injak. Namun, Lee Jun “beruntung dicintai”/Lucky to be Loved. Dia punya perisai manusia yang berupa tiga pria tampan dan berkuasa yang melindungi ketenangannya sementara dia belajar berdiri dengan kakinya sendiri (well, Simeon sih honorable mention ya, tapi dia juga berjasa banget lohh).
#1 Choi Jun, the Ultimate Romantic Anchor,
Dia ini nomor satu safety net-nya Lee Jun, dan jujur, dia berhak dapet apresiasi yang jauh lebih besar sebagai main lead! Cocok banget sama lirik lagu yang berbunyi, "when im with you im at home, bisa menjadi diri sendiri".
Sebagai teman masa kecil yang tiba-tiba muncul lagi di hidup Lee Jun sebagai Head Office Manager, (alias bos besarnya), Choi Jun adalah definisi nyata dari power privilege yang digunakan untuk jalan kebaikan. Disaat Lee Jun jadi anak magang yang kewalahan dan dijadikan "sapi perah" oleh atasan lain yang hobi nitip tugas (padahal tugas Lee Jun sendiri belum kelar), Choi Jun hadir sebagai tameng kekuasaan. Dia gak ragu pakai otoritasnya buat menegur orang-orang yang memanfaatkan kepolosan Lee Jun. Di dunia korporat yang kejam, punya bos besar yang siap pasang badan itu adalah sebuah kemewahan.
Namun, yang bikin Choi Jun dapet nilai plus-plus bukan cuma jabatan menterengnya, melainkan jaminan emosional tanpa syarat yang dia kasih. Lee Jun itu vulnerable banget; dia baru aja mengalami masa transisi yang berat setelah gagal debut jadi idol (setelah bertahun-tahun trainee yang melelahkan) dan terpaksa merangkak dari nol di lingkungan yang asing. Choi Jun paham betul rasa rapuh itu. Makanya, dia gak cuma jadi "Bos" di kantor, tapi juga jadi "rumah" tempat Lee Jun bisa melepas topeng formalitasnya. Di depan Choi Jun, Lee Jun gak perlu pura-pura kuat atau serba tahu. Dia boleh jadi dirinya sendiri yang canggung tanpa takut dihakimi atau dipecat.
Gak cuma pasif nunggu, Choi Jun ini tipe lover yang agresif dan protektif. Cara dia menandai wilayahnya di depan saingan—terutama interaksinya yang penuh ketegangan dengan Hyunjae—menunjukkan kalau dia bukan sekadar jaring pengaman yang statis. Dia adalah jangkar yang aktif menarik Lee Jun keluar dari badai rasa minder, membuat hari-hari magang Lee Jun yang abu-abu jadi jauh lebih berwarna, aman, dan penuh kepastian.
#2 Song Hyunjae, Office "Guider"
Dia ni paling nyesek sih, karena ternyata dia ada unrequited love ke Lee Jun. Disalah satu episode yang adegan Choi Jun menginterogasi Hyunjae tentang sejak kapan dia mulai suka Lee Jun, Hyunjae jawab "4 tahun... eh atau mungkin 5 tahun". 5 tahun yang berat bagi dirinya, karena disatu sisi, dia mulai suka sama Lee Jun itu ketika Lee Jun masih menjadi idol, yang mana tentunya idol tidak diperkenankan punya pacar ya. Nah lama kelamaan, setelah mejadi manajernya Lee Jun, hubungan antara dirinya dan Lee Jun meningkat jadi teman level 2, alias (kalau dalam POV Lee Jun) Hyunjae ini sunbaenim atau senior yang sangat dihormati oleh Lee Jun, dan keduanya sering membantu satu sama lain dengan syarat harus dibalas dengan kebaikan dilain kesempatan. Contohnya pas Lee Jun ngasih lap tangan baru untuk Hyunjae karena dia merasa tersentuh, karena lap tangan yang udah dia kasih ke Hyunjae bertahuntahun sebelumnya, ternyata masih disimpan dengan baik oleh Hyunjae.
#3 Simeon, menjembatani antara masa lalu dan masa kini
Sebagai sunbaenim yang udah dihormati oleh Lee Jun, Simeon yang secara tidak langsung merupakan jembatan antara masa lalu dan masa kini-nya Lee Jun, dia yang memastikan kalau Lee Jun tidak lupa sama roots nya Lee Jun yang dulunya adalah seorang idol, sekaligus dia menyemangati Lee Jun di workplace baru nya. Dia menyetujui perjanjian TTD Model-Company demi Lee Jun, yahh meskipun sebenernya kurang jelas sih, dia tuh suka sama Lee Jun atau Hyunjae sebenarnya? I feel like he was somehow in love with Hyunjae (makanya marah besar pas tahu kalau Hyunjae bakal berhenti jadi Manajer) tapi at the same time dia jealous sama bagaimana Hyunjae memperlakukan Lee Jun, bak langit dan bumi kalau dibandingkan sama how Hyunjae treats him (kalau POV nya Simeon begini ya). Padahal kalau menurut Hyunjae, Hyunjae selalu bangga dan percaya kalau semua yang Simeon kerjakan pasti berjayee (kalau kata upin ipin).
Intinya, aku suka banget sama universe cerita drama ini, kalau bisa mah aku bakal bikin fanfiction khusus universe drama ini sampe Lee Jun & Choi Jun akhirnya nikah, adopsi anak, dll. Sumpah gwejh suka bgt ama ceritanya yang asoy digeboy banget cocok sama gwejh yang jomblo seumur hidup karena takut sama society indo yang suka ngejudge pasangan sesama lelaki. Kadang, gw lelah harus pura-pura senang sama keadaan jadinya gw study hard biar bisa pindah negara, tapi berhubung situasi negara lagi taii banget, negara kacau yang isinya cuma menguntungkan buat penjilat rezim, gw jadi overwhelmed dan somehow capek kalau study hard melulu. Dunia geopolitik lagi kacau juga, banyak negara lagi musim tuh gerakan anti-imigran. Jepang salah satunya (gegara takaichi tulul), padahal gw pgn tinggal di Jepang. Yah intinya im at my lowest point of my life dan cerita drama yang lucu-lucu gini yang bikin gw bertahan dan belum bundir (amit amit semoga nggak bundir deh).
Love, peace, hug, and kiss
Was this review helpful to you?
Pulau XINPUUUU OH pulau XINPUUU
Taiwan! apa kabar series bagus mu😃 udah beberapa tahun kebelakang series BAGUS dari Taiwan itu cuman bisa dihitung jari. terakhir aku ter uwow sama BL Taiwan itu See Your Love sama The On1y One. jujur yang Secret Lover itu awal awal bagus tapi makin ke ending makin agak red flag sih jadi ga aku masukin ke list top tier Taiwan BL. anywayy what im trynna say is, INI SERIES BAGUS BANGET COKKKKK SUMPAH COKKKK.Yang pertama, SINEMATOGRAFI.
karena saya sangat sensitif terhadap series kurang budget, jujur series ini udah diatas ekspektasi ku sih. karena sinematografi nya itulohh, definisi NIAT banget. sampai adegan nyemplung ke dasar laut/diving pun detail banget pengambilan gambar nya. kru nya ikut nyemplung kah? sumpah mantepp banget, mata kita dimanjakan oleh keindahan pulau XINPUUUUUU. apparently, pulau Xinpu itu pulau fiksi ges wkwkwk tapi lokasi asli nya nyata, kalau ga salah sih didekat nya Kaohsiung, jadi yang setiap kali karakter di series ini nyebutin kalau mereka mau ke "main island" itu mungkin maksud nya ke Kaohsiung kali yaa, karena kota besar metropolis dan semua utility ada disana.
Yang kedua, plot.
Jujur gweh salut karena mereka berhasil men-deliver storyline yang menurutku agak susah dicerna buat para short attention span kayak aku :'). butuh beberapa kali mencerna semua hal yang berhubungan dengan make a wish terus shuuuut tbtb bintang jatuh, butuh waktu untuk memahami konsep dibalik mengapa alternate person bisa tercipta cuma karena make a wish dipesisir lautan. Tapi itu bukan kekurangan kok, aku nya aja yg tolol bin tulil tapi jujur storyline nya menurutku baru banget sihh, kayakk- fresh gitu. ada ga sih yang udah nyiptain plot begini? kalau udah pun, mungkin itu drama straight/hetero kali yaa, soalnya denger denger sih legenda atau mitos kalau kita make a wish saat bintang jatuh itu beneran ada di kultur chinese... ntah Taiwan aja atau Mainland China mungkin ada juga ntahlah, intinya ada.
Yang Ketiga, ahh angee
Karena gweh adalah gay yang masih belum come out, of course adegan "steamy" alias NC alias adegan ngewe itu jadi favoritku. sumpah disini mantep banget ahhhhhh aku jd ikutan sangekkk. sumpah ga boong literally body nya chen haowei mantep banget anjirrrr, dadddyhh vibes gituu. gwkalo ngeliat dia pas lagi bugil tuh berasa kayak, "om, mentokin omm" rawrrrr. maklum ges gw tuh gay tapi belom ada pengalaman ngewe alias gw masih virgin alias perjaka alias perawan tapi deep down dalam diri gua aslinya gua tuh binalll bangett jadi scene NC di series ini bener bener top markotopp asoyy digeboyy mujaerrr. sumpah ngeliat badan haowei bikin sange gilaa ya ampun.
Overall mantap bangettt, gweh approvedd
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
AJIGILEUYYYY
Engga muluk-muluk, kuakui aku nonton series ini karena Ollie. Sebagai penonton Boys Planet (season 1 yah! bukan season 2 yang debut malah yg misogynist itu), aku bangga banget pas tau Ollie debut di drama. masuk ke list kontestan Boysplanet yang debut di genre BL. yassss goo kyliee goooo~Ollie and me are basically around the same age tapi aku kagok banget wokk sama transformasi dirinya. kek- dia dulu ingmyuttt bgtzz skrg jd menggagahi shuyuan hehehehe. Tapi kemarin pas di Weibo Gala di Thailand, pas dia nyanyi, suara dia masih suara yang imutt itu wokk, berasa nostalgia Boysplanet aku :D
okayyy but what if kalian yang mau nonton ini, bukan karena Ollie? apa daya tariknya?.
1. Trailer dan hook.
zuzur aku ngga nonton trailer-nya sih, karena begitu tau Ollie is in it terus waktu itu udah masuk GagaOOlala eps 1 nya, langsung cascus nonton wokk. gileee first impression nya... BAGUSS bangett. BUDGET nya itu wokk, keliatan banget HIGH BUDGET. sangat NIAT. dan MINIM AI atau bahkan nyaris TIDAK ADA elemen AI-generated!!! Kalaupun ternyata ada elemen AI-nya, ku apresiasi sih editornya karena aku ngga notice samsek. Pemandangan aja, mereka shoot kota asli loh wokk, nih ya ada mango city, banana (?) city (jujur agak lupa namanya tapi intinya nama buah-buahan deh kalau ga salah), itu semua based on kota asli/sebenar/nyata/rill.
-----------------awal cerita : berlatar si Shanghai. kedua pemeran utama sama-sama warga kota fiksional yang sebenarnya itu adalah Shanghai.
----------------- awal pertemuan official mereka (bukan yang pas dia jadi karakter pelengkap) : Guangzhou
----------------- cerita yang diangkat sama film yang mereka bintangi : Hong Kong
2. Cerita didalam cerita
zuzur aku sendiri lebih hooked sama cerita nya Feng chi, daripada cerita sebenar. Konsep kayak gini jujur aku baru nonton sih, menurutku ini bener bener menarik banget. dan ternyata konsep kayak gini udah pernah dipakai di My Stubborn?? aku belum nonton My Stubborn sih might as well watch it later.
3. Intimacy dan Chemistry yang Tumpah-Tumpah
Gileee, bagian ini jujur aku kagum banget sih wokk. Intimacy di drama ini tuh bukan yang sekadar jualan *kissing scene* visual doang, tapi TENSION-nya itu loh... kerasa banget menembus layar HP/laptop! Mana ada plot mereka disuruh cohabitation (tinggal bareng) 15 hari di hotel demi ngebangun chemistry karakter kan? Nah, di situ adegan skinship sama tatap-tatapan mata pas lagi bedah naskah bener-bener bikin deg-degan parah!
Perubahan dinamika dari pas mereka lagi latihan peran (karakter Fang Chi & Gao Zhun) sampai akhirnya batas antara akting dan perasaan rill mereka makin kabur tuh dapet banget. Ollie yang padahal aslinya ingmyuttt, pas lagi adegan intimate sama Shu Yuan tuh kelihatan mature dan dominan banget wokk! Intimacy-nya berasa natural, sensual, tapi tetep estetik karena dibungkus sinematografi yang mahal itu tadi.
Overall
Buat kalian yang nyari BL produksi NIAT dengan sinematografi kelas atas, akting yang ga kaku, plus konsep "story within a story" yang unik, *Deep in the Act* ini fix wajib bgt masuk watchlist kalian sih. Ga cuma jual visual pemainnya doang, tapi dari segi eksekusi cerita dan kualitas produksinya bener-bener niat bgtzz!
Was this review helpful to you?
Yagitu aja
Saya setuju sama salah satu ulasan berbahasa Indonesia lain yang bilang kalau series ini banyak kemiripannya dengan Your Name Engraved Herein. couldn't agree more. but gatau kenapa YNEH lebih ngena daripada ini..Yang bikin aku kagum, series ini dibintangi oleh Edward Chen, aktor yang sama yang memerankan Ahan di YNEH. Confirm dia bukan cuma membintangi BL demi duit, i could consider him as an ally.
Terus, series ini rilisan tahun 2017, sangat berani membawa topik realita kehidupan queers didunia yang begitu kejam. Ditahun segitu, industri BL Thailand sedang dalam fase "queer-milking" alias asal rekrut aktor asal bikin drama tanpa menyadari cerita2 yg diangkat lebih berasa "fetishizing", sebagaimana citra sekelompok fujoshi pada umumnya. Tentu ada pengecualian terhadap series tertentu tapi skandal aktor 2Moons bikin aku sadar, even di negara dengan public acceptance yang tinggi terhadap LGBTQ people seperti di Thailand saja masih banyak modelan orang sampah queerbaiters kek gitu.
Lalu kemudian aku suka banget sama OST opening nya drama ini, bener-bener sekali dengar langsung nempel dikepala.
What's the catch?
too much pecel storyline mashing up all the components sampe aku lupa tujuan utamanya buat nonton apa..
oiya ini highschool-love reuni propaganda
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
don't judge by its AI (istilah baru)
Ga nyangka bulan juli udah berlalu gitu aja, disaat aku lagi ada dititik terendah dalam hidupku, series ini hadir bak malaikat pengantar cahaya (hiperbola///plz ngertiin maksudnya).Series ini hadir mengguncang dunia berbarengan dengan Deep In dan Payback, although aku baru nonton Payback baru-baru ini sih but u got my point lah.. 3 negara dengan masing-masing series mahadasyat mengguncang planet kelper hhhh.
Poin yang lemah, bisa dimaafkan berkat faktor lain
salah satu pertimbangan untuk men-turn down series ini adalah elemen-elemen berbasis AI yang dipakai. dari awal denger soundtrack nya aja aku langsung tau kalo itu lagu AI. kek wtf broo pdhl OST serial besutan Studio Oak yang sebelumnya gaada yg pakai AI loh (setauku), itu OST nya Thundercloud Rainstorm tuh contohnya, bagus banget melodinya. Ini udahmah AI, liriknya kaga nyambung, melodi nya mirip lagu2 sampah gen 4-gen 5 kpop, bener bener feel generic and robotic nya kerasa bvvvanget. duh!.
kalau kalian perhatikan dengan seksama, itu foto-foto korban yang dibunuh sama Oh Jahyeon, itu semua AI-generated. HMMMMMMMMMH....
Tapi itu semua hmm.. kayak... bisa dicover dengan baik melalui storytelling, acting, suspense, dan sedikit drama cincong percintaan senior-junior itu (as well as adegan "panas"nya). aku yang tadinya seorang anti-AI seolah-olah seperti terhipnotis dan kayak sedikit di brainwash into thinking that "okay mungkin ada sisi bagusnya"... gatau ah intinya complicated nan rumit kalau bahas tentang AI. FYI aja korsel itu salah satu negara dengan tingkat implementasi AI disemua sektor dalam kehidupan warganya, yang tertinggi didunia. kalau kalian nyemplung ke youtube region korea, bakal nemu banyak konten AI SLOPPP dari koriyah. makanya ga heran kan sampe ada kasus AI deepfake tuh, itukan juga bermula dari korea kan. eww kupikir2 korea ni distopia banget, ga beda jauh sama sodara mereka di utara. bedanya yang satu 1984 dystopia yang satu 2077 dystopia.
okeh back to the point, yang bikin aku stay nonton adalah kasus-kasus kriminal yang dikemas dengan suspense yang bener-bener vibes drama detektif. not so funfact but aku emang agak ada interest terhadap detektif, salah satu drama detektif terbaik yang pernah aku tonton, My Roommate is a Detective (2020), ada bromance nya pula. Dan sekarang disuguhin drama detektif tapi beneran BL kek uwaw mindblowing (meskipun memang sebelum The Prosecutor's Proposal, udah banyak drama BL bertema detektif, tapi series buatan Studio Oak ini bener bener ngasih feeling tersendiri gitu, kayak.. apa ya.. pelet kali). another kutipan appreciation drama detektif lainnya, Silent Truth (2026), meskipun straight tapi gatau suka aja gitu.
oiya NC nya mangtaffff kaliii cokkkkk literally had me shockkkkk keselek dildoo
Was this review helpful to you?
Mama Gogo versi BL
sekian lama ngga nonton seriesnya si Up, terakhir nonton dia di Lovely Writer jaman² on-air dulu. Jujur sedih uda ga sama Kao tapi apapun itu yang penting dia happy sama partner dia yang sekarang.HMMMM partner dia yang sekarang... suka menyinggung SARA yah :'). kasus blackfishing rasis kemarin belum di-address yah?. Dia pikir penonton BL Thailand cuma di Thailand doang apa ya? padahal udah mendunia loh industri BL Thailand. Iya gw tau itu karakter mitologi Thailand tapi bisa loh cuma pakai rambut palsu nya aja gausa se-warna kulit dipadanin. di Malaysia juga ada karakter legenda masyarakat yang selalu digambarkan punya wajah gelap, tapi kalau udah diangkat ke cerita layar lebar biasanya ya pakai warna kulit senormal nya orang Malaysia aja. Kenapa Poom se-tone deaf itu ya?.
intinya gw udah mulai nonton series ini jauh sebelum kasus nya Poom mencuat ya warga! gw baru selesai nonton full sampe episode 12 sekarang krn baru mood nonton aja, itupun karna BL yang gw tungguin tayangnya masih hari Rabu, Kamis, Jum'at. Gw nonton ini cuman sebagai pembunuh rasa bosan aja (selama nonton, muak bgt ngeliat muka Poom zuzurly).
Jujur ini series bagusnya cuma diawal-awal sampe sebelum episode 8 aja, setelah itu went downhill ampe ke lobang tai fir'aun, alias apaan banget.
gatau, rasanya hambar gitu aja pas Krit & Wayu balikan di ep 12, hambaaaaaar banget. Tau ga meme yang foto ayam rebus tanpa bumbu + nasi lembek itu? Ya, begitulah rasanya nonton episode 11-12 . Kayak- engga berasa menggebu-gebu kayak diawal² mereka PDKT. either ini masalah writing (scriptwriter yang tanggung jawab) atau masalagh acting (producer nya ngasih workshop yang proper ga sih?) .
Oiya P'Krit kurang gimana yah.. acting jadi Phukong. Kurang fierce looking menurutku. Padahal Up di Lovely Writer acting dia bagus lohh, kenapa ya kayak downgrade gitu?. Gw yakin ini scriptwriter nya sih yang bikin dia begini. Kurang tegang gitu loh dia padahal dia kan tugasnya menangani dalang dari perdagangan manusia, kurang built-up tense. Wayu on other hand lumayan lah acting dia, versatile banget mau mode Mama Gogo (Moonlit) bisa mau mode nyamar bisa, apa aja bisa.
Oiya ini plek ketiplek propaganda kepolisian Thailan hahahahaha😂. banyak yg ga sesuai realita, yah namanya fiction bebas² aja sih tapi kalau kelewat uwow malah beneran berasa kayak propaganda. jingjing leww!
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
Pemaparan Realita Kerja jadi Idol
Waktu pengumuman Love Class bakal punya season 3, aku excited banget. Demi apapun. Aku menaruh ekspektasi yang tinggi. Karena sebelumnya di season 1 dan 2, aku sukaaa banget. Apalagi yang season 2 tuh, uuuulala chef kiss. Hari demi hari terlewati, akhirnya episode 1 season 3 tayang, awal-awal sih premise nya kayak bagus gitu yaa tapi... hm..Premise atau bait?: berkaca dari Zhang hao & Hanbin (firasat kuat)
Kelen liat sendiri lah, Hyunjae kayak ada mirip2 nya gitu sama Zhang Hao, dan Sooan first impression ku kayak soft boy dengan hati hello kitty yang penuturan kata-nya lembut, mirip siapa? mirip Hanbin. Bjir ini dramatisasi dari BoysPlanet 1 kah? wkwkkw. Dan di episode 1-2 kita bisa lihat kalau Hyunjae & Sooan dulunya (era survival show) itu dekeett banget, udah kayak sahabat sehidup se-mani eh salah maksudku sampai mati. Affection yang mereka tampilkan udah kayak orang pacaran, basically. Yaa mirip lah sama kedekatan Zhang Hao & Hanbin di BoysPlanet, pelukan sambil nangis sambil bisik-bisik ke telinga mengutarakan kalimat positif dan menyemangati satu sama lain eh tapi angle kamera fancam penonton keliatannya mereka kayak lagi cium leher, beuhh imut banget bjir lah (seumur hidup aku berkawan ngga ada nya kawan ku kek begitu pun// aku iri).
Second couple syndrome; Jaemin & Khun
Dari awal mereka muncul dilayar sampai akhir episode, ga pernah gagal buat mencuri perhatian penonton. Kayaknya, eh bukan kayaknya deng, emang beneran second couple syndrome. Ini pertama kalinya diantara semua varian Love Class aku lebih suka second couple daripada main couple, salah satu alasannya mungkin karena ya.. simply coz they have a better written story. Pacing/tempo dari kisah mereka tuh, selow, kayak- kalo orang jawa bilangnya, alon alon asal kelakon. Mereka awalnya ketemu karena kecerobohan-nya Jaemin, kemudian lama kelamaan mulai dekat. Tapi, karena Khun masih trauma akan potensi sasaeng, dia mulai menjaga cara dia bersikap ke Jaemin. Akhirnya mereka kembali membangun build trust dan mulai "masuk" tuh cielah kiw kiww. Happy till the end ga kayak couple sebelah...
Plot yang "dijanjikan", ngga terlalu ditampilkan secara eksplisit.
Secara garis besar, Love Class season 3 sejatinya masih satu kesatuan serial berkelanjutan tentang Kelas Pernikahan dan Keluarga. Tapi, menurutku di season 3 ini kurang di-representasikan, karena kisah hidup "Idol" itu sendiri sebenarnya sangat rumit, tidak cukup hanya ditampilkan dengan 16 episode dengan durasi hanya 15 menit.
Nih ya, yang hadir di kelas topik Pernikahan dan Keluarga itu hanya Jaemin dan Khun. Soo An sih diawal-awal diceritakan bahwa dia juga mahasiswa (although ga tau apakah satu kampus sama Jaemin atau Khun). Kalau kita bandingkan sama Season 1 dan 2, fundamental atau pondasi utama dari tema Pernikahan dan Keluarga, itu sangat berhubungan dengan pasangan/pairing utama, atau kalau di kasusnya season 1 ya simply cuman ada 1 couple. Nah karena mereka sedari awal di-desain untuk menjadi couple utama, maka cukup masuk akal kalau aspek-aspek yang memengaruhi atau dibahas dalam kelas Pernikahan dan Keluarga, ya berkutat dikehidupan mereka sendiri, bukan di side couple punya. Nah beda cerita sama diseason 3, justru malah Jaemin dan Khun yang jadi peserta kelas tersebut. Bukan berarti mereka nggak berhak ya, tapi kan balik lagi judulnya itu Love Class bukan Love Idol Scandal, kalau mau angkat kisah kehidupan idol, setidaknya penulisan script dan alurnya bisa dilakukan dengan lebih mendingan, bukan kayak gini..
Caranya? buat episode nya jadi berdurasi 45 menit lah paling ngga, dan mantapkan dulu background story dari masing-maisng pairing sebelum lanjut ke development dari love story nya. Paling nggak itu dulu deh. Soalnya rata rata reaksi ku pas nontonin setiap episode tuh aku kayak "hah? apa ? kok gitu?. Contohnya deh, pas Sooan sama Hyunjae tiba-tiba jadi deket lagi tanpa dijelaskan gimana bisa misunderstanding yang dibebani alias yang dipikirin sama Sooan, kok bisa tiba tiba hilang gitu aja?. Berharap penonton pake mata batin buat mahamin mereka?.
Sementara kayak gini dulu, lagi gak tenang suasana hati buat ngetik gegara masalah keluarga kek tai
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
MARI BER-CIPOK RIA! #Cipokanyuk
Wuah ga nyangka bisa namatin series ini, jujur aku udah hampir nge drop series ini tapi untungnya ak prcy akan character development(?) or such lah. Lengkap sudah aku nontonin 3 series utama-nya Andy sama Nelson (well, bagiku "Love is Real" itu lebih melekat ke karakternya Andy sama Nelson daripada main role nya).Ketika kalian mau cari tontonan BL dari negara Taiwan, apa yang kalian ekspektasikan?. Let me guess... Saudara Tiri! wkwkwk. Kalau kata warga tiktok sih begitu, mereka kayak ada semacam PTSD kalau denger kata "BL Taiwan" karena mereka udah gumoh sama plot yang mirip2, yakni Plot tentang step-brothers/saudara tiri. Tapi tenang aja, di Fight For You nggak ada begituan kok!. Well, dengan syarat, neneknya Xiao Bai sama kakeknya Hei Yubo JANGAN dibolehkan menikah (soalnya mereka sama-sama single). Nah karena seriesnya nggak memberi sinyal tentang jika kedua boomer itu either bakal nikah atau ngga, maka selamat! Kamu bisa terbebas dari plot saudara tiri! yey!!.
Premise utama
Bagiku, magnet pemikat dari series ini tuh, justru ada pada Matthew Han haha!. Matthew sekarang bersama dengan Mingbo, merupakan salah satu CP ter-populer, diantara CP C-BL lainnya. Dan karena aku sama Matthew punya 1 kesamaan (Matthew itu alumni HKUST, aku pernah mengikuti Summer Bootcamp di HKUST tahun 2024), jadi anggaplah aku sebagai fans berat Matthew! Uri Samchon!!! (bhs korea) xixiixi. Maka rasanya enggak afdol kalau ngefans sama seorang aktor tapi nggak nontonin semua film dan drama beliau, maka jadilah saya, binge-watching series ini seharian.
Plot
First Impression pas awal2 episode kupikir hmm menarik nih. Tapi as the story progress ternyata cukup... membosankan.. dan membagongkan... yah.. sampe ngantuk aku. Aku anti kopi jadi ku atasi ngantuk dengan split screen sambil nonton Joget Caesar 2013 wkwkk. Lumayan membantu. Dan ternyata mulai dari episode 10 sampai 12 ceritanya jadi mengundang butterfly >-< alias imut banget ucuul bjir. Adegan neneknya Xiao Bai ketemu kakeknya Hei Yubo sumpah kocak banget HAHAHA. Terus bisa-bisanya mereka nyelipin kisahnya si officer sama abangnya xiao bai diakhir2 bjir. Siapa sangka coba, kupikir si Nosir bakal CLBK sama Dou Ke Yi wkwkwk. Tapi kumaafin soalnya MEREKA IMUUTTTT BANGETTT BUSEEEETTTTT. Oiya abangnya Xiao Bai ganteng banget bjirr jadi naksir gw. KOK bisa ya beda sama pas dia di series Papa & Daddy season 1?. Banyak case kayak gini diantara banyak aktor, jadi mikir kayaknya bener ya ungkapan "makin tua makin matang/tampan" deymnn.
Dan bagian paling aseemmmm nya, pas Xiao Bai&Da Hei cipokan, eh si Nosir dan pujaan hatinya ikutan cipokan dongg! huhu ga kasian apa sama penonton yang single ini, huhu. Inilah kenapa BL diciptakan, untuk mengobati realita yang suram.FYI Aku gay, dan terlepas dari aku tinggal di negara yang nganggep aku sabagai ancaman non militer, nyatanya dari dulu dari jaman aku ABG pas kondisi politik ngga se-chaos sekarang, nyatanya aku tetep susah nyari pacar. Kebanyakan orang gay di indo tuh nafsuan banget, niat nyari BF malah dapet chat berupa "fun yuk" "ayuk nge fun" halah taek cokk. GUA BUKAN ARIS NURDIANSYAH yee!. im an innocent boy suffered from finding love, to the point aku sampe mikir jangan2 cinta itu cuman konspirasi belaka, sesuatu yang fiktif. Buktinya, nyokap bokap gw cerai dari jaman gw TK (bokap gw selingkuh, tipikal lelaki bangsat), dan semenjak saat itu nyokap gw ga pernah nikah lagi. Straight people aja sampe ragu untuk mencinta, padahal mereka sangat aman dari resiko yang dihadapi LGBTQ people, gimana nasib kita yang hak kita semakin tergerus? rasanya, mau nyari kekasih pun udah takut duluan sama nasib kehidupan ku. Ngga ngaruh mau pindah ke Bali pun, kalau pemerintah pusat sudah bersabda kek gitu ya pasti seluruh daerah langsung "seragam".
Negoro taek ncen
Love, PEACE, kiss, mwuahh
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
Ulasan dari persepsi orang yang enggak nonton Bed Friend
Series ini dirilis tahun 2023, tahun segitu mah aku lagi hiatus dari dunia per BL an. Akhirnya baru nonton beberapa minggu yang lalu. Alasan nonton? demi TutorYim!. Pertama tahu tentang mereka dari Love Upon a Time, mereka jadi cameo yang memerankan pangeran dan babu yang jatuh cinta tapi dikekang oleh the so-called "norma" sosial di abad 17 Ayutthaya, deymnn sedih wokk. Acting mereka bagus banget di LUAT, meski cuma muncul sepenggal doang tapi aku jadi kepo sama series-series mereka terdahulu. Maka dengan bantuan mydramalist, akhirnya ku bulatkan tekadku untuk menonton The Middleman's Love, walau dengan ribuan kritik negatif yang udah kubaca.Ternyata ini series masih satu universe sama Bed Friend yah?. HMM.... GIMANA YAA ngomongnya..
Aku benci banget sama fans toxic CP NetJames yang masih berkeliaran in this big 2026 yang bahkan sampe ngehate JJ tanpa berdasar. Maka gw muak banget liat NetJames di series ini. Bukan berarti gue ngehate James ya, tapi kek ga sreg aja ngeliat orang yang punya fanbase toxic pro max. Salah satu alesan kenapa aku dulu keluar dari fandom nya BTS juga karena Army semakin toxic (era pandemi tuh buset puncak ketoxic-an army tuh), apa apa dihate udah kek pengangguran betul bah. Maka dari itu aku benci banget orang toxic dan salahkan-lah orang-orang toxic tersebut hingga sampe bikin orang se-innocence James, bisa jelek citra nya dimata gue.
Ini series sebenernya sangat menghibur, cuman banyak aspek yang kesannya kayak dipaksa gitu loh. Maksa masukin 3 Couple (atau lebih ya?? ngga inget sumpah ada berapa total CP nya) tapi development dari kisah cinta dari banyak CP itu kurang ter-manage dengan baik (kecuali NetJames ya, mereka udah ada pondasi dasar dari Bed Friend). Ini kisah klasik BL Thai deh, mau masukin banyak CP tapi yang dapet screen time maksimalnya cuman CP utama. Maksudku, bukan berarti CP sampingannya juga harus sama persis screen time nya dengan CP utama, tapi at least porsi nya yang adil gitu lah wokkk!. Ini udah ibarat langit dan lava, ketimpangannya. Udah gitu CP second di series Middleman's Love kayak cuman mentok di series ini aja gitu, mereka gaada kelanjutan series baru lainnya. Jadi.. kayak serba salah deh. Mereka kan ikut casting juga buat cari duit yak, tapi ternyata ngga adil banget screen time mereka. Yah, namanya dunia entertainment emang ngga ada enaknya.
Terus mereka maksa masukin Domundi Sports Day ke-dalam series ini seakan-akan mereka memberi pesan tersirat kalau series ini tuh,- apa ya.. kayak nyata... kayak cerminan reality, padahal mah enggak. Sports Day yang ada didalem seriesnya juga cringe bgt, aku ga sanggup nonton kecuali sambil cuci piring atau multitasking dengan hal lainnya. Terus apaan dehh pake acara misunderstood kayak scene didalam kamar mandi tuh, padahal mereka ngga ngelakuin hal2 yg ngaco tapi bisa bikin pasangan dari masing-masing CP jealous. Udah mah jealous, ditambah gamau komunikasi yang benar. duhhh ini miskom udah kayak trope klasik BL thai, sebel gw.
Udah ah intinya gw demen banget sama keimutan Yim diseries ini. narak makkk. Selain dari itu udahlah diemin aja. Peran nya Tutor disini juga, sebatas gitu aja gitu.. kek.. karakternya dia kurang bebas eksplorasi tentang diri dia sendiri. Kurang unik jadinya, terkesan terlalu berpatokan ke scriptnya. Kayaknya ini dipaksa directornya ya?? padahal Tutor di series ChermChey loh actingnya natural banget, bener bener berasa ngga acting. Salah directornya sih ini..
Udahlah intinya gitu, intinya ini series kurang jati diri. Harusnya bisa dibikin jauh dari konsep yang mengharuskan mereka exist di universe yang sama dengan Bed Friend.
Sekian, peace and kiss muwaahhhh
Was this review helpful to you?
ini affh yh?
Ini apaan woyy sumpah ga ngerti sama jalan ceritanya. aku kepincut nonton gegara posternya bagus banget. yah sebenernya I had no expectation ya mengingat ini BL cina mainland dirilis tahun 2025, banyak microdrama serupa dari tahun 2025 yang plot nya ala kadarnya, tapi ini yang terparah sihh... sorry to say.First impression: apa nih kok vibes nya mirip Gu Ji Nan Qiu?. eh pas makin kesini mereka kayak random masukin side plot baru. but i had to admit ini sebenernya ada potensi, dengan syarat kalau dibikinnya dengan baik dan benar, of course dengan budget yang lebih besarr.
okelah i dont mind ceritanya kacau but at least.. editing nya tolong.. kenapa tiba tiba ada musik hype-beat (beat kencang) di akhir episode sebelum outro? ga match sama vibes. bahkan lagu yg dipakai salah satunya adalah lagu berjenis EDM wkwkwk, penonton disuruh dugem online nih? xixixi ngaqaq abbiezzzz
tapi lagu yang diputer pas bagian outro nya enak didenger kok, ini doang standing point nya hahaha. OST nya gacorr banget mennn. bener bener menggambarkan situasi dan cerita dari drama nya. banyak yang komplen kenapa OST di outro makan 1/4 dari total durasi episod nya ? aku ga bisa ngelak dan ketawa wkwk soalnya bener banget lho inti cerita cuman berapa menit abis tu kepotong preview next episode (beserta lagu EDM jedug jedug itu) nah terus bagian Outro+OST makan 3 menit. wow, korupsi waktu bangetzz. tapi gapapa deh yang penting lagunya enak didengerr gggrrhrhrhrhrhr
Sekian
Was this review helpful to you?
Plot yang berpotensial namun disia-sia kan.
Lagi-lagi ketibanjiran BL korea yang durasinya mini-mini tapi kalo disuruh dijadiin vertical series kagak mau. Web drama max max maxx mentok ahh series.Plotnya sih bagus kalau mau niat dikembangkan ya, tentang malaikat pencabut nyawa (semacamnya lah, bayanginnya jgn terlalu di islam2 kan) yang disuruh turun ke bumi buat ya.. cabut nyawa orang. Eh tapi di-journey nya dia nyari orang yang dimaksud, dianya djatoeh tjinta sama manusia. Ini peak writing sih tapi sayang cuma mentok disitu aja. gw kira mah di Bumi dia bakal ngadepin konflik karena terlalu lama di Bumi (melebihi waktu yang sepatutnya digunakan). Eh ternyata mulus-mulus aja tuh. even pas kebenaran tentang identitas dia terkuak, main lead nya pada biasa biasa aja reaksinya. Terus nyisipin side plotnya ngga banget dahh, timingnya jelek. dukhh. terus endingnya lucu banget WAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKAKKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKWKAWOKAOWKAOWKAOWKAOWKOAWKOAKWOAKWWAOWAOKWOAKW XIXIXI NGAKAK ABIIIEEZZZZ.
bonus point karena kwak geon hee disini damnn gila ganteng bgt busettt. perasaan pas nonton dia di Ballboy Tactics (meskipun dia cmn karakter pendukung, tapi screen timenya dia termasuknya banyak lah) tuh dia b aja visualnya, eh pas disini gilakk cokkk handsome maksimall. i feel like he could be my gambaran nyata atas skenario palsu (fake scenario) yang gw bayangkan di otak gw tentang kehidupan gw yang punya pacar (im gay btw). nah dia lah gambaran nyatanya. pas dia smirk pas dia senyum miring tuh damnn ga kuat guehh😩😩 beli di shopee ada ga ya modelan dia ㅋㅋㅋㅋㅋㅋ
Was this review helpful to you?
This review may contain spoilers
Bak Kacang Mlempem
Kalau boleh jujur, aku nonton series ini cuma buat ngeliatin Lee Chan Hyeong. Jadi kan awalnya aku nonton film The Ghost Game tuh, nah aku shock lah kan ntu di film nya ada fine shytt. Nah walaupun tu film membosankan bgt tapi visualnya Lee Chan Hyeong kept me watching 'till the end gituh. Nah pas check page biodata dia di MDL ternyata dia pernah main BL donkk oh em jiii excited nye sayee. Terus yaudah nonton lah kan ehhhh tapi....Premise awal tuh kayaknya menjanjikan ya? Ada aktor Where Your Eyes Linger yg juga merupakan main lead disini. Terbukti di kolom komen banyak yang bilang ni series kebantu popularitas nya Jang eui soo biar tenar, which is valid sih ngga masalah juga, tapi kan tetep aja yang dinilai penonton tuh eksekusi akhirnya. Mengandalkan aktor populer doang mah ibarat pensil lancip yang semakin tumpul semakin sering digunakan.
First thing first yang bikin aku shock ternyata Chan Hyeong masi imut cutesyy disini wkwkkw. pipinya masi embemmm gumushh.
Ini tuh tentang koki? head chef ya? tapi kok bisa posisi dia terancam dicabut dan digantikan seenaknya saja oleh seorang CI I O/CEO? restaurant ada CEO ada head chef alias jabatan terpisah? kok pas di akhir story dikatakan bahwa si perempuan CEO sama karakternya Chan Hyeong bahwa mereka berdua yang mendirikan restoran nya?? lah anjir kalo karakternya Chan Hyeong termasuk pendiri restoran mah kagak bisa seenak jidat lu pecat dia woii buukk! anjim dari plot nya aja udah bikin geram. Terus ternyata si calon pengganti head chef nya dia nggak pernah ke luar negeri? lah anjir profil diri dia terbentuk dari kebohongan dong😭😭 taek cok seng nggawe script eh ra cetho tenan njaluk diantemi batako😤.
Terus pas kejebak didalem ruangan pendingin bahan makanan tuh gimane ceritanye bisa keluar oyyy!! kasi tau penonton lahh! kan kelen ngga bawa hengpon, gagang pintunya rusak, terus gimana bisa keluar?. Itu staff restoran yang lainnya ada akses kesitu atau cuman khusus buat chef aja biar ngga ada yang bisa ngerecokin bahan makanan? diawal-awal cerita kayaknya karakternya chan hyeong kayak lagi belanja bahan pokok gitu ya (or am i seeng it wrong? correct me plz). Berarti kalau yang belanja bahan pokoknya chef, yang ngatur ruang pendingin juga chef? terus kalo aksesnya terbatas untuk chef sekalinya mereka kejebak didalem situ gimana cara keluarnya? jujur ini plot hole deh???. normally, di kasus-kasus kriminal gitu kalo korban udah terjebak di ruang pendingin makanan kek gitu ya chance untuk masi bisa idup jadi dikit dan ujung-ujungnya meninggoyy. dukhh ga kebayang kalau kedua main lead ternyata meninggoy terus lanjutan kisah series nya itu mereka udah jadi hantu dong? ihh seramnyeee.
terus kurasa banyak scene yang perpindahan/transisi antar scene nya ngga jelas. lagi perjalanan offroad eh tiba tiba next scene udah di restoran. lagi di restoran/di tempat sekitar restoran eh tiba-tiba next scene nya dipantai. lah perjalanan mereka ke pantainya kapan wokk? kok ga ngeuh si gwa? apa pas karakternya Chan Hyeong mabuk terus besok paginya ada di rumahnya si karakternya eui soo?. mbok ya sing detail lah producer-nim.
ah udahlah kalau dikulik lebih dalam lagi semakin emosi gua soalnya ceritanya makin absurd. Oh iya chemistry nya emang kureng sihh, firasat gw aktor-aktornya cuma mau profit instan dan mereka melewatkan workshop penting tentang gimana caranya mem-build chemistry didalam drama. eh atau mungkin dari tim produser, mereka ngga ngasih workshop? tapi kan sutradara-nya udah sering bikin film LGBTQ+ bahkan dah 2 dekade lamanya, jadi gw asumsikan dia tahu betul penggambaran romansa orang gay yang sesungguhnya tuh gimana. Kalau sutradaranya udah Pro tapi hasil dramanya masih jelek begini mau nyalahin siapa ya? produser-nim lah.
Udah yee sekiann. Chan Hyeong sepertinya butuh improvement kalau misal dia sewaktu-waktu mau ambil peran BL lagi. atau ngga mending jangan deh, kalau kualitasnya masih sama kayak disini. Kayaknya dia straight mentokkk tok sampe dia susah ngebayangin dan memerankan peran geih.
udah sekian
Was this review helpful to you?
